Senin, 15 November 2010

Beginilah Kalau SOK SIBUK

Pernah suatu saat ada seseorang yang bertanya kepada saya, “Mas sampeyan itu kerjanya apa sih, kok kelihatanya setiap hari Cuma duduk di kursi kerja dan didepan laptop dan ndak kemana-mana, ndak seperti orang laennya kalo dilihat dengan kesibukannya yang luar biasa?” begitu satu pertanyaan itu muncul dari salah seorang teman, langsung saja kok ya spontan jawabnya dengan nada bercanda , “lho aku nih sibuk juga, ngawur aja, sibuk Online tau, sambil ngakak” .
Sibuk, sebuah kondisi yang tidak bisa dihindari dari seorang manusia baik yang muda maupun yang sudah tua, semua dengan kesibukan masing-masing dan beragam pula jenisnya, setiap pagi bisa kita lihat aktivitas orang mulai dari yang mempersiapkan diri untuk berangkat sekolah, sampai dengan berangkat untuk mencari nafkah, sebuah rutinitas kesibukan yang luar biasa kalau kita lihat itu semua sebagai kenyataan sehari-hari. Satu hal yang sering kali jadi pertanyaan dalam diri kita, orang itu yang dikatakan sibuk itu sebenarnya bagaimana to? Apakah dengan aktivitas yang begitu padatnya dikatakan dia adalah orang sibuk, ataukah karena aktivitasnya sehingga sulit mengatur jadwal akhirnya dikatan orang sibuk, ataukah mungkin ada suatu definisi kategori laennya sehingga dikatan orang sibuk ? karena ada orang yang mengakui dia sendiri merasa tidak sibuk, karena masih bisa mengkondisikan acara yang diluar jadwal kegiatannya dia, padahal kalau orang lain melihatnya, kondisinya adalah orang yang sibuk, tapi ada yang sebaliknya ada yang mengakui dirinya sibuknya minta ampun sedangkan orang lain itu bisa melihat dirinya sebenarnya dari aktivitasnya adalah bukan orang yang sibuk. Kesibukan diri memang tidak bisa kita hindari, karena itu semua adalah sesuai dengan tanggungjawab yang di emban kehidupan kita sehari hari, dan semua itu haruslah kita kerjakan dengan penuh tanggung jawab sebaik mungkin. Cuma satu hal yang sebenarnya mesti kita hilangkan sebagai suatu kebiasaan hidup yaitu kecenderungan yang sok sibuk atau berpura pura sibuk untuk menghindari tanggung jawab kita yang laennya, karena jika hal yang demikian itu kita kerjakan berarti sama saja kita tidak bisa amanah dengan apapun yang telah diembankan pada kita sendiri. Cuma ada hal yang semestinya kita jangan sampai kehilangan hal ini, sesibuk apapun diri kita, karena jika ini hilang sebagai korban kesibukan kita maka termasuklah golongan sia-sia dari kesibukan kita, 1. Hilangnya keimanan kita, saking sibuknya sampai akhirnya melalaikan ibadah serta kaidah-kaidah spiritual, 2. Hilangnya akal sehat, karena kesibukan kita yang berdampak apa yang kita kejakan jauh dari nalar dan kadang ngawur, 3. Hilangnya kaidah persaudaraan, yang sering timbul adalah kesibukan kita yang sangat besar akhirnya melupakan untuk kebersamaan dan berakibat merenggangkan sillaturahmi atau bahkan memutuskannya. Semoga janganlah ini terjadi pada diri kita, Amin