Assalamu 'alaikum WW
Sekedar mengingatkan. Beberapa jam lagi pada Maghrib Nanti, insya Allah memasuki bulan Rajab (mulai Selasa Maghrib 23 Juni 2009 s/d Kamis sebelum Maghrib 23 Juli 2009). Bulan Rajab ini diistimewakan, apa istimewanya? Simaklah artikel berikut ini yang diambil dari milis tetangga, semoga bermanfaat dan mendapat ridha Allah.
Wassalamu 'alaikum WW
Keutamaan-keutamaan bulan Rajab(Sebuah nasihat lagi dari Asy-Syekh Imam Al-ghozali)Kata ‘Rajab’ diambil dari masdar ‘tarjib’ artinya memuliakan. Dan disebut pula dengan Al-Ashab (yang tercurah), karena rahmat tertumpah pada orang-orang yang bertobat dan meluaplah sinar-sinar diterimanya ‘amal atas orang-orang yang ber’amal. Juga disebut dengan ‘Al-Asham’ (yang tuli), karena dalam bulan itu tidak didengar suara peperangan. ‘Rajab’ adalah nama sebuah sungai di surga, airnya lebih putih dari air susu , lebih manis daripada madu dan lebih sejuk daripada es. Tidak akan meminumnya, kecuali orang yang puasa bulan Rajab. Nabi Muhammad Saw. bersabda: "Rajab adalah bulan Allaah, Sya’ban bulanku dan Romadlan adalah bulan umatku." Pemilik isyarat berkata, "Rajab – terdiri dari tiga huruf, yaitu ro’, jim dan ba’, adalah birru Allaah (kebaikan Allaah). Allaah berfirman, "Aku menjadikan jarimah (pelanggaran) hamba-Ku di antara rahmat dan kebaikan-Mu." Abu Huroiroh ra. berkata, Rosulullaah Saw. bersabda, " Barangsiapa yang berpuasa pada hari ke dua puluh tujuh dari bulan Rajab, maka dia akan dicatat sebagaimana puasa enampuluh bulan." Rajab adalah hari pertama kali Jibril turun kepada Nabi Muhammad Saw. membawa risalah. Di bulan rajab pula Nabi Muhammad Saw. diisro’kan. Nabi Saw. bersabda, "Ingat! Rajab adalah bulan Allaah yang Asham. Barangsiapa yang berpuasa sehari dari bulan rajab dengan beriman dan mencari pahala Allaah, maka dia telah mendapat keridlo’an Allaah yang besar."
Dikatakan, Allaah telah menghiasi semua bulan ini dengan empat bulan. {...diantaranya empat bulan haram....).
[QS.9.At-taubah: 36]
Jadi bulan-bulan yang mulia adalah tiga berturut-turut dan satu terpisah, yaitu bulan Rajab. Diriwayatkan, "Bahwa apabila datang sepertiga malam dari permulaan Jum’at di bulan Rajab, tidak menetap seorang malaikat pun kecuali dia akan memintakan ampun untuk orang-orang yang berpuasa di bulan Rajab."Anas ra. berkata, Rosulullaah Saw. bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa tiga hari dari bulan haram, maka dia akan dicatat pahala ibadahnya selama sembilanratus tahun." Anas ra. berkata, ‘Tulislah kedua telinga kalau aku tidak mendengarnya dari Rosulullaah Saw. (sebuah rahasia yang tersamar), bulan-bulan haram adalah empat macam bulan, malaikat-malaikat pilihan ada empat. Yang paling utama dari Kitab-kitab yang diturunkan ada empat, anggota wudlu’ ada empat. Yang paling utama tasbih ada empat, ‘Subhanallaah wal hamdulillaah wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.’ Dasar hitungan juga ada empat, satuan; puluhan; ratusan dan ribuan. Waktu-waktu ini juga ada empat, jam; hari; bulan dan tahun. Musim-musim dalam setahun ada empat, musim bunga; musim kemarau; musim gugur; dan musim penghujan. Tabiat keadaan ada empat unsur, shafro (dari empedu); sauda’ (dari limpa); darah dan lendir (dahak). Khalifatur Rosyidiin ada empat, Abu bakar; Umar; Usman; dan Ali Ridhwanullaah ‘alaihim ajma’in.Ad-Daillami meriwayatkan dari Aisyah ra., dia berkata, ‘Aku mendengar Rosulullaah Saw. bersabda’: "Allaah melimpahkan kebaikan dalam empat malam dengan betul-betul berlimpah, malam hari raya Adha; malam hari raya Fitri; malam Nishfi (separuh) Sya’ban; dan malam pertama dari bulan Rajab." Ad-Dailami juga meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Umamah dari Rosulullaah Saw. , Beliau bersabda: "Lima malam, di mana do’a tidak akan ditolak. Malam pertama dari bulan Rajab, malam setengah dari bulan Sya’ban; malam Jum’at, dan dua malam dari dua buah hari raya."
Diriwayatkan bahawa Nabi SAW telah bersabda:"Ketahuilah bahawa bulan Rajab itu adalah bulan ALLAH, maka Barangsiapa yang berpuasa satu hari dalam bulan Rajab dengan ikhlas, maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH SWT". Sabda Rasulullah SAW: "Pada malam Mikraj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari ais dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya Jibril as: "Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini?" Berkata Jibril as: "Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca selawat untuk engkau dibulan Rajab."Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita :"Ketika kami berjalan bersama-sama Nabi SAW melalui sebuah kubur, lalu Nabi berhenti dan Baginda menangis dengan amat sedih, kemudian baginda berdoa kepada ALLAH SWT. Lalu saya bertanya Rasulullah SAW: "Ya Rasulullah SAW, mengapakan anda menangis?" Lalu Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kubur mereka, dan saya berdoa kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan siksa ke atas mereka."Sabda Rasulullah SAW : "Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau berpuasa satu hari saja dalam bulan Rajab, dan mereka tidak tidur semalam saja di bulan Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa dalam kubur."Tsauban bertanya: "Ya Rasulullah SAW, apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah boleh mengelakkan dari siksa kubur?"Sabda Rasulullah SAW: "Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan solat malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat kerana ALLAH, kecuali ALLAH mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan solat malam satu tahun."Sabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya Rajab adalah bulan ALLAH, Sya'ban adalah bulan aku (Rasulullah SAW) dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku."
"Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi, keluarga nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya'ban dan bulan Ramadhan. Maka sesungguhnya mereka kenyang serta tidak ada rasa lapar dan haus bagi mereka."
Ada juga hadits Rosulullaah Saw. yang artinya:"Apabila telah datang Hari Kiamat, maka ada suara memanggil: 'Di mana ahli Rajab?' Kemudian, memancarlah sinar yang lalu diikuti oleh Jibril dan Mikail serta para ahli Rajab. Mereka semua melewati jembatan (Shirothol mustaqiim) laksana halilintar yang menyambar. Selanjutnya, mereka bersujud kepada Allaah Swt. untuk bersyukur karena telah dapat melewati jembatan tadi. Maka Allaah berfirman: 'Hai para ahli Rajab, angkatlah kepalamu pada hari ini sebab kamu sekalian telah bersujud di dunia pada bulan Rajab-Ku, dan pergilah ke tempat kalian masing-masing."