Kamis, 07 Mei 2009

DAHSYATNYA SHALAT SUBUH

DAHSYATNYA SHALAT SUBUH Dibalik pelaksanaan dua rekaat di ambang fajar, tersimpan rahasia yang menakjubkan. Banyak permasalahan yang bila dirunut, bersumber dari pelaksanaan shalat subuh yang disepelekan. Itulah sebabnya, para shabat Nabi berusaha sekuat tenaga agar tidak kehilangan waktu emas itu. Pernah, suatu ketika mereka terlambat shalat subuh dalam penaklukan benteng Tsatar. "Tragedi" ini membuat sahabat semisal Anas bin Malik selalu menangis bila mengenangnya. Kemudian Anas berkata, "Buat apa Tsatar? sungguh shalat subuh telah berlalu dariku. Sepanjang usia, aku tidak akan bahagia seandainya dunia diberikan kepadaku sebagai ganti shalat ini!" Yang menarik, subuh ternyata juga menjadi waktu peralihan dari era jahiliyah menuju era tauhid. Kaum ‘Ad , Tsamud, kaum durhaka lainya dilibas pada waktu subuh dan sebagai penanda berakhirnya dominasi jahiliyah dan munculnya cahaya tauhid . shalat yang agung ini benar-benar memiliki daya tarik, karena kedudukan dalam Islam dan nilainya yang tinggi dalam syariat. Banyak sekali hadits yang mendorong untuk melaksanakan shalat subuh, dan menyanjung mereka yang menjaganya. Rasullullah bersabda: " Dua rakaat fajar (shalat sunnah sebelum subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya" (HR. Muslim) "………., Dan jika mereka mengetahui apa yang tersimpan di dalam shalat subuh dan isya’ maka mereka akam mendatanginya walau dengan merangkak (HR. Bukhari) Lalu…….. Apa yang menghalangi kita shalat subuh? bukankah ia menjadi bagian yang begitu besar dibandingkan dunia? Shalat subuh merupakan sumber dari segala sumber cahaya di Hari Kiamat. Di hari itu, semua sumber cahaya di dunia akan dipadamkan. Darimana orang-orang mukmin mendapatkan cahaya agung pada hari yang sangat gelap itu? cahaya itu adalah janji Allah sebagi balasan bagi amal-amal mereka. Diantara amalan itu adalah : Subuh berjamaah. Rasullullah bersabda: "Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan(subuh dan Isya’) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat" (HR. Abu Dauwud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah). Pernah, salah seorang penguasa Yahudi, menyatakan bahwa mereka tidak takut dengan orang Islam kecuali pada satu hal. Ialah bila jumlah jamaah shalat subuh menyamai jumlah jamaah shalat jum’at. Ungkapan penguasa Yahudi tersebut berhubungan dengan kondisi umat Islam sekarang yang tengah dibantai di jalur gaza tanpa rasa takut terhadap keberadaan muslimin yang besar di Timur Tengah. Orang Yahudi lebih jeli terhadap kondisi kita daripada diri kita sendiri. Coba kita merenung. Kalau seandainya ada seorang kaya raya berjanji akan memberi anda uang setiap hari pada pukul empat pagi sebesar 1 juta rupiah jika anda datang tepat waktunya, apakah anda mendatanginya? Apakah anda akan beralasan bahwa anda tidur terlambat, atau karena anda terikat dengan janji setelahnya, sehigga anda tidak bisa datang? Coba bayangkan, setelah anda benar-benar datang kepadanya dan mendapat 1 juta rupiah. Anda akan mendapat 365 juta selama setahun. Silakan anda jawab pertanyaan ini dengan jujur: "Apakah anda senang masuk liang lahat dengan membawa uang 365 juta dan anda tidak melaksanakan shalat subuh walau sekalipun? Ataukah lebih utama bila anda masuk ke liang lahat dengan membawa 365 shalat subuh, dan anda tidak bawa uang walau hanya seribu rupiah?". Padahal Rasulullah menyatakan bahwa 2 rakaat sebelum fajar lebih baik dari pada dunia beserta isinya. Setelah kita jabarkan mengenai keutamaan sholat subuh dengan dalilnya, maka apa yang menyebabkan kita menunda-nunda pelaksanaan shalat subuh berjamaah di masjid. Apakah kita menunggu sampai ajal menjemput?.